Antara Do’a dan Wanita

Aku sering heran terhadap hati seorang wanita, kata orang hati wanita sangat sensitif. Aku juga sering bingung tentang kehidupanku. Apakah aku masih membutuhkan mereka pada masa-masa sekarang? Aku benar-benar dibuat bingung dengan hal ini. Jika aku mencari wanita, mungkinkah ada wanita yang suka pada ku? untuk hal ini, aku yakin ada, dan mungkin lebih dari satu, tapi kenapa wanita yang aku cintai/sukai tak pernah ada yang memberikan respon? Apakah karena keinginanku yang terlalu besar, hanya ingin pada wanita cantik? Pikirku, buat apa pacaran sama wanita yang kurang cantik, dosa iya bangkrut iya, tapi kepuasan batin kagak ada?

Ah, bikin aku pusing saja. Aku mungkin sanggup membuat orang lain suka dengan ku melalui wiridan-wiridann yang aku punya. Tentunya dengan Izin Tuhan. Tapi aku sering merasa takut ketahuan. Masa si Yadi di sidang gara-gara memelet seorang perempuan. Padahal pada kenyataanya aku sama sekali tidak  menggunakan ilmu pelet. Aku hanya meminta tolong pada Tuhan agar si Dia suka padaku. Apakah hal itu salah? Sedangkan Tuhan sendiri menyuruh umatnya untuk selalu berdo’a dan meminta apapun pada-NYA karena Dia memang suka dipinta. Tuhan akan marah pada orang yang tidak mau berdo’a karena dianggap sombong. Lalu diamana letak kesalahanku? Menyalahgunakan Alquran? Berdo’a tidak semestinya? Membuat orang lain menderita? Atau bagaimana?

Aku akan balik betanya, alquran adalah ayat-ayat Tuhan, mengapa menggunakanya untuk bertawasul tidak diperbolehkan? Memang nya berdoa yang semestinya itu yang bagaimana?Tuhan dan Nabinya hanya melarang berdo’a tentang hal-hal yang jelek, apakah meminta Tuhan agar merubah perasaan seorang wanita yang tadinya benci menjadi cinta itu adalah do’a yang jelek? Kalo iya, dimana  letak kesalahannya? Saya lebih bingung, apakah Tuhan pernah memberikan sesuatu yang buruk pada hambanya? Jika hal itu memang baik, pasti akan dikabulkan, dan apabila hal itu tidak baik, tentu Tuhan tidak akan mengabulkannya di dunia, atau mungkin Tuhan akan menggantinya dengan sesuatu yang lebih baik. Lalu kata siapa akan membuat wanita mennjadi menderita?

Mungkin yang dimaksud oleh  kebanyakan orang adalah pelet yang dilakukkan melalui langkah-langkah diluar aturan agama, atau masih dalam koridor agama, namun para pelakunya salah jalan. Salah jalan bisa jadi karena tidak ada gurunya, atau ada gurunya namun tanpa bimbingan yang sempurna, Sehingga syetan akan lebih mudah untuk menyesatkannya. Jika yang dimaksud adalah pelet ini, maka bisa jadi bisa menimbulkan berbagai macam kerusakan. Seperti pertanyaan-pertanyaan yang telah diperbincangkan diatas. Hal ini disebabkan yang mengatur seseorang yang tersesat adalah syetan, dan Tuhan sendiri telah memberi kekuasaan pada syetan berbagai ketentuannya tentang orang-orang yang dibenci-NYA. Sesuai dengan ayat-ayat alquran dan hadist Nabi yang menerangkan soal ini.

Para kaum hawa tidak perlu khawatir akan hal ini. Jika mereka terus berdo’a pada Allah dengan kesungguhan hati dan  penuh kekhusuan- ya…minimalnya menjalankan kewajiban-kewajibanya dan berusaha mengurangi berbagai macam maksiat-  ilmu-ilmu itu tidak akan mampu mendatangkan hal-hal negatif  pada mereka. Walaupun itu semua adalah hal perigrotif Tuhan, akan tetapi kita telah  berusaha agar Tuhan menyayangi dan menjaga kita. Amin.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s


%d bloggers like this: